gorgeous gloaming sunbeam, summit reed, clouds beneath your feet, frozen air that blew your ear. Kenteng Songo, it must be heaven on earth!!

(Source: misswallflower)

(Reblogged from misswallflower)

memory still remain (2)

Kami tetap melanjutkan pekerjaan ini. Tetap dilanjutkan sampai tibalah kami di titik superbuntu. Kami rasa perlu ada pembicaraan tentang keperluan kami yang mendesak pada tim booklet. Karena bagaimanapun kami kerja dibawah ketiak tengik mereka. Disinilah semuanya terasa menjadi masalah. Untuk memohon keperluan film, kami harus di oper kesana-kemari. Dari Si Kirik 1 ke Si Kirik 2. Dari Si Sontoloyo 1 ke Sontoloyo yang lainnya. Dengan alasan untuk mengakomodir keperluan kami, itu bukanlah wewenang Si Bagong 1. Begitu juga yang dikatan oleh si Bagong 2 dan Bagong-bagong yang lain. Akhirnya kami maksa untuk diadakan rapat besar. Hasil rapat ini nihil. Mereka juga ternyata defisit. Miskin merana seperti kami…. Tapi defisit yang hanya sementara! Miskin yang sebatas pura-pura! semua ternyata hanya sandiwara! kenapa sandiwara? nanti saya kasih tau alasannya!

Pake pura-pura mau jual flashdisck 4GB buat nutupin dana dengan raut muka yang diset pura-pura bingung, ccciiiiiiihhhh!!! itu trik super geli yang pernah saya tahu.

Kebuntuan lainnya kembali datang. Di proses yang sudah hampir final, kami benar-benar dibuat dungu. Disini saya benar-benar rudet. Aslina hayang ceurik, ngan era da awak aing hideung. Ternyata software Editing yang kami beli itu palsu. Kumaha deui, da ngan mampu meuli nu bajakan. Semua proses pengeditan tidak bisa dilanjutkan ke proses Rendering. Dalam arti lain, pekerjaan kami selama ini sia-sia. Mau gimana lagi? kami memang Amatir. Amatir yang dipaksa bekerja tanpa pengarahan.

Tapi kami masih beruntung, ada bantuan dari Topan Jupe. Dia bantu kami ngedit ulang filmnya. Dari awal. Lebih cepat karena dia udah pengalaman. Dikesempatan ini saya pribadiĀ  mau berterimakasih sebesarnya atas bantuannya. Begitu juga buat Ozy, Yurio Widiatmoko, Mugni dan kawan-kawan lain yang males saya sebut satu-satu karena sudah lupa. Terima kasih atas kontribusi kalian pada film angkatan kita. Walaupun itu film banyak banget kurangnya dan telat bangetsekalipisan rampungnya, tapi kalian ga ada yang tega menyalahkan kami (teuing ditukangeun mah). Tanpa bantuan kalian semua, apa yang kita harapkan ada, akan tetap menjadi sampah. Untung ada kalian semua. *kecup getek*

Nahh… ini dia yang jadi masalah utamanya. Pada awal pembuatan film ini, kita semua sepakat kalau film akan di burn dan dibagikan satu orang satu cd. MARK THAT, YOU MORON!! satu orang dapat satu cd. bukan satu cd untuk satu kelas yang isinya hampir 50 orang. Dan kabar semberono itu udah tanggung nyebar ke seantero angkatan. Sesumbar yang terpaksa kita batalkan karena kata kalian kita ga punya dana lagi buat ngeburn film ke cd. Sekola udah ga mau nurunin uang lagi kata kalian. Sontak itu satu angkatan kukulutus nagih cd film, karena sudah terlanjur kita janjikan. Paling sialnya mereka ngejar-ngejar kami karena mereka taunnya cuma kami yang bertanggung jawab atas itu soalnya kami yang tim film. Setidaknya itu yang kami rasakan.

Dan inilah yang membuat kami amat kecewa kawan. Sangat kecewa bahkan sampai hari ini. Betapa kecewa saya ketika sadar bahwa ternyata kami sudah dicurangi sejak awal. Diakali sejak pertama kali. DIBOHONGI DAN DITUMBALKAN. Bohong kalau kalian bilang apa yang kalian dapat tidak direncanakan. Kemudian hari kami akhirnya tahu, bahwa ini bukanlah kerja sukarela seperti yang selama ini kami kira. Setidaknya untuk kalian. Setelah seorang dari kalian dengan tidak sengaja memberitahu nominal yang kalian terima dari semua ini. Jumlah yang menurut saya sangat banyak. Kami sama sekali tidak berharap dibagi. Karena dari awal yang kami tahu ini kerja sukarela.Yang saya sesalkan, kalau saja kalian mau menyisihkan sedikit dari jutaan kalian itu, proyek terakhir kita untuk angkatan kita sendiri bisa selesai tanpa cacat.

Sedih sekali karena kami ditipu oleh teman baik kami sendiri. Sedih sekali karena ada kenangan pahit di akhir masa sekola kita. Teramat sangat sedih karena masih ada saja dari tim booklet yang yang masih berani menyalahkan kami atas telatnya pendistribusian film waktu itu. Kawan-kawan seangkatan kita pasti kecewa, karena mereka akhirnya tidak dapat apa yang harusnya mereka dapat. Kalau saja kita mau benar-benar memikirkan amanah yang mereka percayakan, kita pasti sudah bisa menepati janji. Kalau saja kalian tidak begitu mementingkan diri sendiri. Mungkin menurut kalian ini sepele. Tapi disinilah letak esensi janji. Walaupun sepele harusnya bisa kita tepati.

Dua tahun ini, itu semua sudah termaafkan dan memang sudah lama termaafkan walaupun tidak pernah diminta. Selalu saya berusaha untuk melupakan. Tapi memang ada saja momen yang mau tidak mau mengingatkan lagi agar semua itu tidak sampai terlupakan.

memory still remain

Jumat, 6 Mei kemarin, Bebey ngajak saya bikin film buat tugas kampus dia. Lokasi pengambilan gambarnya itu ada di Unpar. Kebetulan Bebey itu sekelompok sama Reza. Teman SMA 8 dulu. bla bla bla….. Panjang cerita hingga akhirnya selesailah sesi pengambilan gambar hari itu dan dilanjutkan dengan proses pengeditan.

Di sela-sela proses pengeditan, terjadilah obrolan singkat tentang film angkatan SMA 8 tahun 2009 antara saya, Bebey, dan Reza. Mengingatkan saya pada kenangan yang kurang baik. Jujur topik ini bisa jadi sangat sensitif buat saya. Karena didalam proses pembuatannya banyak menghasilkan masalah (khususnya buat saya dan teman-teman yang ngerjain film angkatan). Ini jadi semakin parah ketika Reza bertanya kenapa dia belum dapat filmnya. Saya yakin sedikitnya dia pasti pengen liat itu film. Jujur saya merasa malu, sedih, dan binggung mau jawab pertanyaan Reza. Teringat lagi kekecewaan 2 tahun kemarin. Yang ironisnya diperuntukkan buat teman-teman yang saya rasa cukup dekat. Teman-teman tim booklet.

Itu semua bermula ketika perwakilan tim booklet meminta tolong saya dan beberapa teman buat bikin film angkatan 2009 dengan alasan kalau tim booklet ga kekejar lagi untuk bikin booklet dan film angkatan sekaligus. Padahal tahun-tahun sebelumnya semuanya dikerjakan hanya oleh satu tim. Tapi setelah ngobrol-ngobrol, saya langgsung menyanggupi. Dan jujur saya senang bisa ngasih kontribusi yang lumayan bagus buat angkatan setelah 3 tahun nyampah wae di sakola. Dan satu hal lagi yang membuat saya menyanggupi untuk mengerjakan film angkatan. yaitu karena mereka janji akan tetap bantu kami yang jelas-jelas amatir ini untuk mengerjakan film angkatan.

Oke, lunturnya janji-janji manis mulai terasa ketika saya minta dicarikan software pengedit film karena saya memang gatau mau beli software macam apa yang bisa support buat film minim budget ololeho macam film angkatan kami dan minta dibelikan beberapa keping DVD RW buat rekam-rekam apa saja yang perlu direkam. Ouukey… Software editting tidak kunjung datang dan akhirnya kami putuskan untuk cari sendiri. Owkay… disini belum terasa ada masalah. DVD RW pun disuruh beli sendiri dulu. Nanti duitnya biar diganti belakangan, asal ada bonnya. Satu keping pertama memang ada gantinya. Sisanya ya kira-kira sendirilah. malas nih saya jelasinnya. Dalam pengerjaanya, banyak lagi hal yang teringat dengan tidak sengaja yang cukup mengganjal di dada… halah! semisal beberapa kamera yang harus diservis karena sering dipakai yang aslina aing mah teu mirah eta ngabeneurkeunnana. Tapi itu semua belum terlalu menjadi masalah. Belum. Belum karena saya (kami) belum tahu penghianatan macam ada yang ada dibalik ini semua. jeng… jeng… jreeeng!! menginggatnya saja saya pengen gugulitikan gagaro tanah sembari nyedot puting tante….

Hukuman gantung aja udah diganti jadi hukuman tembak mati. Terus kenapa kamu masih ngegantungin aku? tembak dong! atau aku memilih mati!
cewe super obral dengan kemampuan hyperverbal

sepedaku, sepedamu, sepeda kita semua adalah senjata yang bisa kita pakai memperjuangkan bumi yang lebih baik lagi. dengan bangga kita akan terus berusaha mengurangi kontribusi CO2 kita pada dunia.

jika ini hanya musiman, maka ini adalah musim yang baik.

jika ini bisa membudaya, maka ini adalah budaya yang amat baik.

Played 0 times
[Flash 9 is required to listen to audio.]

berwisata hura-hura ria (part 2-akhir)

Di dalam kereta, saya santai sambil nunggu kereta berangkat. Bangku samping saya ga ada orang. Mungkin kereta memang sedang sepi. Ato mungkin banyak yang tidak mampu bayar kereta yang harga karcisnya ga seberapa ini. Ya sudahlah. Bukan urusan saya. tapi sudah saya antisipasi kesepian ini dari rumah. Saya tempo hari ada bawa buku untuk dibaca-baca ato sekedar diliat-liat saja gambarnya untuk mengisi waktu luang di kereta. Menjadikan saya tempo hari itu berlagak macam betul-betul mahasiswa.

Di tengah perjalanan, ada naik beberapa orang yang tidak saya kenal. Saya juga yakin mereka tidak kenal dan tidak mau kenal dengan saya. Mereka celingukan mungkin bingung mau duduk dimana. Dari gelagatnya ini nampak rakyat-rakyat jelata yang naik tanpa beli karcis. Wah… diliriknya Bangku sebelah saya. Tak terima saya. Mungkin dalam hatinya yang kotor itu dia menginginkan bangku itu. Yasudah saya langsung angkat kaki, taro diatas bangku sebelah biar tak diduduki. Saya bukannya jahat. Tapi da memang dia yang salah. Iya kan sodara-sodara? betttttuuuuullll!! tuhkan. Bangku ini kan sudah saya persiapkan untuk tidur saya nanti kalo-kalo memang tidak ada pemilik resminya. Mukanya terlihat kesal. Cig sok lah dek naon? gelut? Hayu! (untung saja tidak terjadi sampai kesana)

JOGJA——- sampai juga saya disini. Dini hari. Dingin sekali. Baru tau saya kalo Jogja bisa sedingin ini. Sebelumnya sudah ada janji sama kawan. Kalo begitu saya sampai dia mau tidak mau harus jemput saya punya badan. Karena yang punya hak untuk jemput saya punya nyawa cuma Malaikat Izrail seorang. Ah semoga saja itu malaikat masih lama datangnya.

Nah itu dia teman saya. Dimana? ya disitu. kamu ga bisa liat cuma saya yang bisa. kenapa? karena kamu tidak ikut sama saya ke Jogja. Si pasu keriting babi. Yang sudah saya telepon berkali-kali sampai dongkol saya punya hati. Langsung aja kita jajal jalan-jalan di Jogja dengan motor hasil pinjeman teman si pasu yang kemudian hari akan jadi teman saya juga. Ternyata kedatangan saya disana sudah dinanti dr jam 7 malam. Padahal kereta saya baru tiba pukul 4 pagi. goblok ya? memang. ternyata selidik punya selidik mereka tidak goblok-goblok amat. Mereka semua ternyata teman SMA yanag lama tak jumpa. Jadi sekalinya jumpa langsung lupa waktu dan lupa pulang. Sambil nunggu si anak mentri ini mereka nongkrong2 di suatu kios 24 jam yang tidak mungkin saya sebutkan namanya yang circle-k itu. Dimana kalo di bandung saya suka malu kalo harus diam disana. Waduh perasaan saya campur aduk waktu liat di meja circle-k Jogja sana ada pahatan seadanya bertah-tahkan nama seekor geng motor sohor yang sudah saya dengar namanya sejak kelas 2 SD itu. XTC!!! terpahat dengan gagah permana disana. Aduh malu juga liatnya. Bingung saya, ini orang yang nulis entah sangking creativity-nya sampai niat curat-curit nama geng tercintanya di kota orang.

Ah bingung mau diapakan… mau ditimpa tulisan “TAI” diatasnya kaya yang lazim dilakukan di Bandung, berarti saya sama noraknya sama yang buat mural ga karuan itu. Lagipula takut disangka geng motor oposisi. padahal saya anak baik-baik. Pengen usil membubuhkan nama teman-teman dari Bandung di bawah nama geng itu, tapi da kasian. Yasudah saya timpa saja dengan tulisan DKM (dewan keluarga Mesjid) karena saya yakin. Bahkan gengster paling gahar seantero jagat juga pasti segan sama anak Mesjid mah.

Ah… sebenarnya masih banyak lagi keseruan yang saya alami di liburan ini. Karena saya juga ada jalan ke Magelang, Ketep, Salatiga, Semarang sampai liat crop circle (yang tidak ada hubungannya dengan circle-k diatas). belum lagi bertemu banyak teman-teman baru, tukang jualan part2 sepedah yang akan membuatmu merasa bingung untuk merasa marah atao iba, dan banyak pengalaman juara lainnya. Tapi yasudahlah, sampai disini saja. malas saya nerusinnya. walaupun saya tahu. Saya, kamu, dan kita semua masih penasaran sama cerita saya.

Tapi yasudahlah, mari kita sudahi saja. Karena keindahan kota, pengalaman, orang-orang, perjalanan ini memang tidak tersentuh oleh bahasa.

explain digestive system? its a process that start with right hand and ends with left
sebuah keanjingan yang kutemukan di tembok Jogja

berwisata hura-hura ria (part 1)

ini dia bung wisata yang sudah saya rencanakan sejak lama. bersama dengan kawan-kawan baru tapi dengan keadaan dompet yang lama, kami nekad pergi ke Jogja dan nyebrang ke pulau Karimun Jawa dengan modal seadanya. tidak disangka, tidak dinyana. rencana aduhai yang sudah kami susun jauh-jauh hari itu mesti mengalami sedikit perombakan. kami tadinya ada rencana buat sama-sama berangkat menunggangi kereta api hasil sumbangsih ayah-ayah kami. yang mereka belikan hasil kumpul sedikit demi sedikit yang lama-lama jadi bukit itu, hasil dari gaji-gaji mereka yang tidak seberapa miliyarnya.

saya waktu itu sebenernya ada punya rencana pergi berwisata hura-hura ke Jogjakarta bersama Pasu dan Ricard. teman kuliah saya yang kebetulan kami bisa dekat karena sama-sama punya misi untuk mengkudeta rektor baru. tapi karena mereka ada keperluan mendadak di SMA mereka yang ada di daerah Magelang, jadilah mereka banting setir jumpalitan kocar kacir untuk cari tiket pergi lebih awal. (anjing, babi, kunyuk, tikus, curut) sempat kesel jg saya karena harus menghadapi kenyataan bahwa: untuk pergi kesana, ke Jogjakarta itu, berarti saya harus pergi sendiri, menghabiskan waktu 8 jam sendiri, makan-makan sendiri, nyuci-nyuci sendiri, dan tidur-tidur sendiri. menyebabkan keadaan saya waktu itu persis lagu dangdut era ‘90an yang isinya tentang getirnya hidup sendirian. Wanjing, yasudahlah mau dikata apa. Sempat terbersit rencana untuk membatalkan saja rencana permai berwisata ini, tapi dengan begitu, itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri. karena saya keburu koar-koar sama teman-temin kalo mau berwisata ke Jogja dan ada rencana buat nyebrang ke Karimun Jawa. Inilah konsekuensi dari orang-orang bermulut besar macam saya ini.

Selang berapa hari mereka pergi, saya mulai menyusun menajemen wisata saya nanti. saya mulai ngepak baju-baju di lemari, kolor-kolor yang robek mulai saya jahiti, nagihin utang kiri-kanan buat modal hura-hura nanti. Dan akhirnya dengan langkah tertatih, saya pun pergi ke stasiun untuk beli tiket Kereta Lodaya dengan jadwal hari Minggu pukul 8 malam. Maka Ibu….. Izinkanlah Putramu pergi…….